Wirausaha, Peranan Industri Kecil, Roda Perekonomian, Tahu Yang Merakyat, Kandungan Gizi, Tahu Komersial, Prospek usaha Pembuatan Tahu
Peranan Industri Kecil
Peranan industri kecil terhadap roda perekonomian suatu negara sangat besar. Amerika Serikat, misalnya, dari 5,5 juta usaha yang telah berjalan mantap, 95% di antaranya berupa usaha kecil. Kondisi serupa juga ditemukan di negara-negara maju lain, misalnya Jepang. Di Indonesia, 99% dari total unit usaha yang mandiri (sekitar 35 juta) juga berupa unit usaha kecil. Sayangnya, kontribusi terhadap produk domestik brute (PDB) baru 14% saja. Hal ini menjadi tantangan bagi para pengusaha kecil untuk meningkatkan usahanya.
Salah satu usaha kecil yang potensial dikembangkan adalah pabrik pembuatan tahu. Kalau usaha itu dijalankan serius pasti akan menguntungkan karena konsumen tahu sangat luas, mencakup semua strata sosial. Tahu tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat kelas bawah dan menengah saja, tetapi juga kelas atas. lni terlihat telah masuknya produk tahu di pasar swalayan. Selain itu, tahu termasuk lauk yang bergizi tinggi dan rendah kolesterol.
Apabila industri pengolahan tahu mendapat sentuhan teknologi maka mutu dan cita rasanya semakin baik sehingga lebih menarik minat masyarakat.
TAHU, MAKANAN RAKYAT YANG BERGIZI TINGGI
Tahu yang Merakyat
Kandungan Gizi

Aneka Tahu Komersial
Tahu diperdagangkan dengan berbagai variasi bentuk, ukuran, dan nama. Selain tahu putih atau tahu biasa, di pasar juga dikenal berbagai tahu komersial yang sudah memiliki nama dan berciri khas. Misalnya tahu sumedang, tahu bandung, tahu cina, tahu kuning, tahu takwa, maupun tahu sutera.
Tahu yang beredar di pasar tradisional saat ini mutunya masih beragam. Oleh karena itu, para konsumen perlu mengetahui tahu yang berkualitas baik. Berikut ini kiat-kiat dalam memilih tahu.
- Pilihlah tahu yang tidak diberi pewama. Namun, bila menyukai tahu berwama, amatilah wamanya dengan cermat. Apabila wamanya terlalu cerah atau mencolok, tahu tersebut sebaiknya jangan dibeli karena pewama yang digunakan berupa pewama sinte seperti bahan pewama cat atau kain.
- Ciumlah aroma tahu yang akan dibeli. Apabila aromanya agak wangi dan menyengat, tahu tersebut sebaiknya jangan dibeli karena diberi pengawet formalin (bukan pengawet makanan).
- Untuk mengetahui kesegaran, peganglah permukaan tahu. Tahu yang tidak segar lagi, selain aromanya masam sampai busuk, permukaannya berlendir, tekstumya lunak dan kurang kompak, bahkan ada kalanya telah berjamur. Produk semacam ini tidak layak lagi dikonsumsi.
Prospek Usaha Pembuatan Tahu
PERENCANAAN UNIT PENGOLAHAN TAHU
Rencana Pemasaran
Pemilihan Lokasi
- Lokasi terletak di daerah yang bebas polusi dan bau busuk, jauh dari tempat pembuangan sampah umum, serta bebas asap dan debu.
- Lokasi tidak banjir atau terendam air pada musim hujan.
- Karena dalam proses pengolahan tahu membutuhkan banyak air maka lokasi dipilih yang dekat dengan sumber air.
- Mengingat daya tahan tahu sangat pendek, lokasi sebaiknya dekat pasar atau dekat dengan prasarana transportasi untuk mencapai pasar. Misalnya dekat jalan raya, jalur kereta api, atau pelabuhan (bila dipasarkan ke luar pulau).
- Lokasi dekat dengan sumber daya manusia (tenaga kerja). sumber bahan baku, maupun bahan pembantu.
Pengaturan Lahan dan Bangunan
- Ruangan harus mampu menampung peralatan produksi, instalasi, bahan baku, hasil produksi, dan sarana pendukung lainnya. Selain itu, ruangan juga mampu memberikan keleluasaan bagi pekerja.
- Penerangan dan ventilasi bagunan harus memadai atau mencukupi.
- Cukup tersedia sarana pencegah serangga dan rodensia, rnisalnya dengan memberi kawat kasa pada lubang angin dan jendela.
- Tata letak ruang diatur sedemikian rupa sehingga aliran proses produksi dapat berjalan lancar dan risiko pencemaran bahan baku serta produk dapat ditekan serendah mungkin. Misalnya, ruang proses dimulai dari ruang penerimaan bahan baku, kemudian berlanjut hingga produk akhir; tempat sortasi kedelai terpisah (berjauhan) dengan tempat pengemasan hasil untuk menghindari kontaminasi.
- ruang kantor sebagai tempat administrasi,
- ruang penyimpanan bahan baku dan bahan pembantu,
- ruang produksi (pengolahan),
- ruang penyimpanan air bersih,
- ruang pengemasan,
- serta ruang ganti dan toilet.
Konstruksi Bangunan
Gudang tempat penyimpanan bahan baku dan bahan pembantu membutuhkan konstruksi ruangan yang mudah dibersihkan, cukup terang, berventilasi cukup, dan ukurannya sesuai dengan banyaknya bahan yang akan disimpan. Gudang terpisah dengan bangunan pengolahan.